Yuvensius Langgeng merupakan sosok pribadi yang tidak asing lagi dari dunia sosial. Sering sekali dia berkicau di media sosial. Pria kelahiran 12 september 1995 ini memiliki banyak sekali kisah hidup yang sudah dia jalani selama ini. Pria ini berasal dari kalimantan barat, lebih tepatnya sekadau. Dia memiliki 2 kakak kandung, dan mereka semua adalah 3 saudara. Sejak masuk sekolah, dia masuk di sekolah dasar 15 Seloam, dan melanjutkan ke SMPN 2 Belitang Hilir, setelah lulus dari SMPN 2 Belitang Hilir, dia melanjutkan ke SMAN 1 Semitau, tetapi setelah kelas 2 SMA, dia pindah ke SMAN 1 Belitang Hilir. Di SMAN 1 Belitang Hilirlah dia menetap sekolahnya sampai dia lulus dari Sekolah menengah atas.
Berbagai kegiatan yang sering dia lalukan di sekolah bersama teman - temannya, seperti masak - masak di sekolah, dan banyak kegiatan lainnya.
Sering juga dia berkunjung bersama teman - temannya ke tempat wisata.
Sering juga dia berkumpul bersama teman - temannya untuk melakukan doa.
Setelah mendekati ujian nasional, dia mulai stress dan bingung harus melanjutkan kuliah kemana jika dia lulus nanti. Tetapi yang utama dia pikirkan adalah bagaimana caranya dia harus lulus dan melewati ujian nasional ini. Dengan usaha yang keras, maka pada akhirnya dia dapat mengikuti ujian nasional dengan sebak mungkin. Setelah lulus, dia malahan bingung harus melanjutkan kuliah kemana, akhirnya dia mendaftar kuliah ke UNKA, tetapi ketiak dia mendaftar di UNKA, dia ada panggilan dari kantor bupati untuk mengisi formulir tes di UPH, pada saat itu dia merasa lega dan senang walaupun belum tentu masuk nanti, akhirnya dia mengisi formulir. Menjelang beberapa hari setelah mengisi Formulir, kemudian ada panggilan dari UPH untuk mengikuti tes beasiswa PEMDA di UNTAN, maka dari situ dia bersama teman - teman yang lain mengisi formulir beasiswa di UNTAN, dan beberapa hari setelah itu dia mengikuti tes di UNTAN, ketika sedang mengikuti tes di UNTAN ada penggilan dari UPH untuk melakukan tes di Kantor bupati. Kemudian karena dia sudah selesai mengikuti tes di UNTAN, maka dia mengikuti tes di kantor bupati. Beberapa hari setelah itu, dia mendapat kabar dari UNTAN dan UPH bahwa dia lulus tesnya.Maka hari itu juga dia merasa senang, namun ada juga kebingungan karena harus memilih yang mana yang harus diambil. Beberapa hari dia bergumul dengan mati rasa, makan tak enak, tidur tak nyenyak, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke UPH. Di UPH Llah dia melanjutkan kuliahnya.




















